Sabtu, 11 Mei 2013

Media Pendidikan dan Media Massa


BAB I
PENDAHULUAN
1.1.            Latar Belakang
            Media massa merupakan salah satu bentuk kemajuan teknologi dalam bidang informasi dan komunikasi. Pengaruh media massa berbeda-beda terhadap setiap individu. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan pola pikir, perbedaan sifat yang berdampak pada pengambilan sikap, hubungan sosial sehari-hari, dan perbedaan budaya. Perubahan sosial dimasyarakat berorientasi pada upaya untuk meninggalkan unsur-unsur yang mesti ditinggalkan, berorientasi pada pembentukan unsur baru, serta berorientasi pada nilai-nilai yang telah ada pada massa lampau.
            Tanpa sadar media massa telah membawa masyarakat masuk kepada pola budaya yang baru dan mulai menentukan pola pikir serta perilaku masyarakat. Perubahan pola tingkah laku yang paling terasa ialah dari aspek gaya hidup dan aspek ini paling kelihatan dalam lingkungan generasi muda. Dampak yang ditimbulkan media massa beraneka ragam, diantaranya: terjadinya perilaku menyimpang dari norma-norma sosial dan nilai-nilai budaya yang mana perilaku menyimpang tersebut dianggap sebagai bagian dari trend masa kini. Dampak lainnya yaitu kecenderungan makin meningkatnya pola hidup konsumerisme yang menuntut gaya hidup serba instant serta membuat menurunnya minat belajar dikalangan generasi muda. Bahkan mempengaruhi pendidikan anak.

1.2.            Tujuan
Ø  Untuk mengetahui konsep dari media pendidikan dan media massa
Ø  Untuk mengetahui fungsi dan peranan media pendidikan dan media massa
Ø  Untuk mengetahui manfaatnya dalam kehidupan

1.3.            Rumusan masalah
Ø  Apa yang dimaksud dengan media pendidikan dan media massa?
Ø  Bagaimana fungsi,peranan dan manfaatnya dalam kehidupan?






BAB II
PEMBAHASAN
Media Pendidikan dan Media Massa
A.    Media Pendidikan
2.1. Pengertian Media Pendidikan
            Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau penghantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan.[1]Dalam pendidikan yang dimaksud pengantar dan penerima adalah guru dan murid. Dalam kamus besar bahasa indonesia, media adalah alat; alat (sarana) komunikasi spt koran, majalah, radio, televisi, film, poster, dan spanduk; yang terletak di antara dua pihak; perantara; penghubung.[2]
Banyak pendapat batasan yang diberikan orang atau institusi tentang media, antara lain[3]:
1.      Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan (Association of Education and Communication Technology/ AECT) di Amerika misalnya, membatasi media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan atau informasi.
2.      Menurut Gagne (1970), menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar.
3.      Menurut Briggs (1970), berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Misalnya: buku, film, kaset dan lain sebagainya.
4.      Asosiasi Pendidikan Nasional (National Education Association/NEA), menyatakan bahwa media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio-visual serta peralatannya. Media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar dan dibaca.
Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa Media pendidikan merupakan alat (sarana) yang digunakan Guru untuk menyampaikan materi serta menyalurkan informasi pelajaran kepada murid baik berupa media visual, audio atau audio-visual, dan dapat merangsang siswa untuk belajar.
            Media pendidikan merupakan suatu alat atau perantara yang berguna untuk memudahkan proses belajar mengajar, dalam rangka mengefektifkan komunikasi antara guru dan murid. Hal ini sangat membantu guru dalam mengajar dan memudahkan murid menerima dan memahami pelajaran. Proses ini membutuhkan guru yang professional dan mampu menyelaraskan antara media pendidikan dan metode pendidikan.
            Kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan serta perubahan sikap masyarakat membawa pengaruh yang besar dalam bidang pendidikan. Hal ini mendorong setiap lembaga pendidikan untuk mengembangkan lembaganya lebih maju dengan memanfaatkan teknologi modern dan kemajuan ilmu pengetahuan sebagai media pembelajaran.
                        
2.2.Perkembangan Media Pendidikan
            Pada mulanya media hanya dianggap sebagai alat bantu mengajar guru(teaching aids). Alat bantu yang dipakai adalah alat bantu visual, misalnya gambar, model, objek, dan alat lain-lain yang dapat memberikan pengalaman konkret , motivasi belajar serta mempertinggi daya serap dan retensi belajar siswa. Namun sayang, karena terlalu memusatkan perhatian pada alat bantu visual yang dipakainya orang kurang memperhatikan aspek desain, pengembangan pembelajaran(instruction) produksi dan evaluasinya. Dengan masuknya, pengaruh teknologi audio pada sekitar pertengahan abad ke-20, alat visual untuk mengkonkretkan ajaran ini dilengkapi dengan alat audio sehingga kita kenal adanya alat audio visual atau audio visual aids(ava).[4]
            Untuk menghindari verbalisme , edgar dale mengadakan klasifikasikan pengalaman menurut tingkat yang paling kongkret ke paling abstrak.Kemudian di kenal dengan nama kerucut pengalaman ( cone of experience ) di anut secara luas untuk menentukan alat bantu yang paling sesuai untuk pengalaman belajar.
            Pada akhir 1950-an teori komunikasi mempengaruhi penggunaan alat bantu audio visual, sehingga selain sebagai alat bantu media berfungsi sebagai penyalur pesan atau informasi belajar. Audio visual di pandang sebagai alat bantu guru melainkan alat penyalur pesan atau media.
            Pada tahun 1960 – 1965 mulai memperhatiakan siswa sebagai komponen yang penting dalam proses belajar mengajar. B.E  Skiner mempengaruhi penggunanan media dalam kegatan pembelajaran yang mendorong agar lebih memperhatikan siswa dalam proses belajar mengajar, mendidik, mengubah tingkah laku ke positif dan memberi penguatan.
Tahun 1965 – 1970 pendekatan sistem menampakan pengaruhnya dalam kegiatan pendidikan dan kegiatan pembelajaran harus di rencanakan secara sistematis memusatkan perhatian pada siswa sesuai dengan ingin di capai.
            Peranan media yang semakin meningkat sering menimbulkan kekwatiran di pihak guru, memberikan perhatian dan bimbingan secara individual kepada siswa – siswa.

2.3.Fungsi media pendidikan[5]
1.      Membantu memudahkan belajar bagi siswa dan juga memudahkan pengajaran bagi guru.
2.      Memberikan pengalaman lebih nyata (abstrak menjadi kongkret).
3.      Menarik perhatian siswa lebih besar (jalannya tidak membosankan).
4.      Semua indera murid dapat diaktifkan.
5.      Lebih menarik perhatian dan minat murid dalam belajar.
6.      Dapat membangkitkan dunia teori dengan realitanya.
            Dengan konsepsi semakin mantap fungsi media dalam kegiatan mengajar tidak lagi peraga dari guru melainkan pembawa informasi atau pesan pembelajaran yang dibutuhkan siswa. Hal demikian pusat guru berpusat pada pengembangan dan pengolahan individu dan kegiatan belajar mengajar.Sebagai seorang pendidik fungsi dan kemampuan media sangat penting artinya. Media merupakan integral dari sistem pembelajaran sebagai dasar kebijakan dalam pemilihan pengembanan, maupun pemanfaatan.
2.4. Kriteria Pemilihan Media Pendidikan[6]
            Ada dua pendekatan yang dapat dilakukan dalam usaha memilih media, yakni sebagai berikut: 
a.       Dengan cara memilih media yang telah tersedia di pasaran yang dapat dibeli guru dan langsung dapat digunakan dalam proses pengajaran/pendidikan.
b.      Memilih berdasarkan kebutuhan nyata yang telah direncanakan, khususnya yang berkenaan dengan tujuan yang telah dirumuskan secara khusus dan bahan pelajaran yang hendak disampaikan.
            Agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung secara efektif dalam mewujudkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai, diperlukan adanya dukungan media pengajaran, baik itu media cetak, media elektronik, atau objek nyata (realita).
            Memilih media yang terbaik untuk tujuan intruksional bukan pekerjaan yang mudah. Di bawah ini dikemukakan beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih media yang tepat.
a.                   Jenis kemampuan yang akan dicapai, sesuai dengan tujuan pengajaran 
            Sebagaimana diketahui, bahwa tujuan pengajaran itu menjangkau daerah kognitif, afektif, dan psikomotor. Bila akan memilih media pengajaran, perlu dipertimbangkan seberapa jauh media tersebut ampuh mengembangkan kemampuan atau perilaku yang terkandung dalam rumusan tujuan yang akan dicapai.
b.                  Kegunaan dari berbagai jenis media itu sendiri
            Setiap jenis media mempunyai nilai kegunaan sendiri-sendiri. Hal ini harus dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih jenis media yang digunakan.
c.                Kemampuan guru menggunakan suatu jenis media
Betapa pun tingginya nilai kegunaan media, hal itu tidak akan memberikan manfaat yang optimum, jika duru kurang/belum mampu menanganinya dengan baik. Oleh karena itu, kesederhanaan pembuatan dan penggunaan media sering menjadi faktor penentu bagi guru dalam memilih media.
d.                  Keluwesan atau fleksibilitas dalam penggunaannya
            Dalam memilih media harus dipertimbangkan pula faktor keluwesan/fleksibilitas, dalam arti seberapa jauh media tersebut dapat digunakan dengan praktis dalam berbagai situasi dan mudah dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain.
e.       Kesesuaian dengan alokasi waktu dan sarana pendukung yang ada
            Salah satu hambatan yang sering dialami dalam mengajar adalah kurangya waktu yang tersedia, apalagi kalau kurikulumnya terlalu sarat isinya. Salah satu faktor yang perlu pula dipertimbangkan dalam memilih media adalah seberapa jauh penggunaan media tersebut masih sesuai dengan alokasi waktu yang tersedia bagi pengajaran yang bersangkutan.
f.       Ketersediaannya
            Sering ditemukan  media yang terbaik tidak tersedia sehingga guru memilih media yang lain karena media tersebut sudah tersedia atau mudah menyediakannya.
g.      Biaya
            Guru atau lembaga pendidikan biasanya mencari media yang murah atau ekonomis, sehingga media yang paling ampuh tapi mahal jarang digunakan.

2.5. Jenis-jenis Media pendidikan[7]
1.                  Media Grafis
            Media grafis termasuk media visual. Sebagaimana halnya media yang lain media grafis berfungsi untuk menyalurkan sumber ke penerima pesan. Saluran yang dipakai menyangkut indera penglihatan. Pesan yang akan dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi visual. Secara khusus grafis berfungsi pula untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan bila tidak digrafiskan. Sselain sederhana dan mudah pembuatannya media grafis termasuk media yang termasuk murah ditinjau dari segi biayanya. Banyak jenis media grafis, antara lain:
a.       Gambar/Foto
b.      Sketsa
c.       Diagram
d.      Bagan/Chart
e.       Grafik/Graphs
f.       Kartun
g.      Poster
h.      Peta dan Globe
i.        Papan Flanel/ Flanel Board
j.        Papan/Bulletin Board

2. Media Audio
           Media audio berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan-pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam lambang-lambang auditif, baik verbal maupun non verbal. Ada beberapa jenis media dapat kita kelompokkan dalam media audio, antara lain:
a. Radio
b. Alat perekam pita magetik
c. Piringan hitam
d. Laboratorium bahasa
3. Media Proyeksi Diam

B.     Media Massa
2.8.Pengertian Media Massa
            Media massa berasal dari dua kata, yaitu media dan massa. Media adalah alat atau perantara, sedangkan massa adalah orang banyak dan masyarakat umum. Jadi dapat disimpulkan bahwa media massa adalah suatu perantara untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat atau orang banyak. Pesannya itu mengandung informasi-informasi yang diperlukan masyarakat, baik mengenai politik, sosial, ekonomi, maupun budaya. Sehingga dengan adanya media massa masyarakat mendapat pengetahuan tentang negaranya. Contoh dari media massa adalah surat kabar, majalah, film, radio, televisi, internet, koran dan lain-lain. [8]
            Menurut Denis McQuail, media massa memiliki sifat atau karakteristik yang mampu menjangkau massa dalam jumlah besar dan luas(universality of reach), bersifat public dan mampu memberikan popularitas kepada siapa saja yang muncul di media massa. Karakteristik media tersebut memberikan konsekuensi bagi kehidupan politik dan budaya masyarakat kontemporer dewasa ini. Dari perspektif politik, media massa telah menjadi elemen penting dalam proses demokratisasi karena menyediakan arena dan saluran bagi debat publik, menjadikan calon pemimpin politik dikenal luas masyarakat dan juga berperan menyebarluaskan berbagai informasi dan pendapat.[9]
           
            Peran media massa yang besar tersebut menyebabkan media massa telah menjadi perhatian penting masyaakat. Bahkan sejak kemunculannya pertama kali, media massa telah menjadi objek perhatian dan objek peraturan(regulasi). Media massa juga menjadi objek penelitian hingga menghasilkan berbagai teori komunikasi massa. Dalam bidang politik, penentuan sikap tindak demokratis atau tidak demokratis suatu organisasi atau pun individu sudah semakin tergantung pada media massa.[10]

2.9. Jenis media massa
            Ditinjau dari perkembangan teknologi di bidang penyampaian informasi melalui media massa, media massa dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu :[11]
a.    Media massa modern
            Yang dimaksud media massa modern adalah media massa yang menggunakan teknologi modern yaitu media massa cetak dan media massa elektronik. Media massa cetak  adalah  media massa yang  dalam  menyampaikan informasinya terlebih dulu harus dicetak menggunakan alat cetak. Media massa ini misalnya surat kabar, majalah, tabloid dll.
            Media massa elektronik adalah media massa yang dalam menyampaikan informasinya menggunakan jasa listrik.Tanpa adanya listrik media massa ini tidak akan dapat berfungsi misalnya radio dan televisi.

b.    Media massa tradisional
            Media yang digunakan sebagai sarana penyampaian informasi pada jaman dulu, lebih banyak menggunakan media massa tradisional misalnya wayang, lawak, lenong, seni tradisional dll.

2.10.         Fungsi Media Masaa
            Media massa secara mandiri maupun hanya sebagai penunjang memiliki fungsi sebagai berikut:[12]
a.    Sebagai pemberi informasi
            Dapat dilakukan sendiri oleh media Tanpa media sangatlah mustahil informasi dapat disampaikan secara tepat tanpa terikat waktu.

b.    Sebagai pendidik
            Sebagian dapat dilaksanakan sendiri oleh media massa sedangkan  bagian lain dikombinasikan dengan komunikasi antar pribadi (Eduard D, 1978:47).
Menurut Chalkley media massa berfungsi untuk:
1.      Memberitakan tentang fakta kehidupan ekonomi masyarakat,
2.      Menginterpretasikan fakta tersebut agar dipahami oleh masyarakat itu,
3.      Mempromosikan  hal   tersebut  agar  menyadari   betapa  serius   masalah pembangunan yang dihadapi dan memikirkan lebih lanjut masalah itu serta mengantarkan masyarakat pada solusi-solusi yang mungkin ditempuh.

            Selain memiliki fungsi-fungsi tersebut media massa juga dapat melakukan hal-hal lain yang dapat berperan dalam melayani tugas-tugas pembangunan antara lain :
1.      Media massa dapat memperluas cakrawala pemikiran
            Banyak orang yang hidup dalam masyarakat tradisional menganggap seolah-olah media massa memiliki kekuatan gaib pada waktu pertama kali mengenal media massa. Seorang tokoh Afrika mengatakan bahwa media memiliki kekuatan gaib, karena media mampu membawa seseorang ke puncak bukit yang tinggi tanpa melintasi cakrawala. Media memiliki kekuatan gaib karena kemampuannya membuat orang melihat dan mengetahui tempat-tempat yang belum pernah dikunjunginya serta mengenai orang-orang yang belum pernah ditemuinya. Dengan demikian media mampu memperdekat jarak yang jauh serta memperjelas hal-hal yang kabur dan menjembatani peralihan antara masyarakat tradisional ke arah masyarakat modern.
2.      Media massa dapat memusatkan perhatian
            Dalam masyarakat modern, gambaran kita tentang lingkungan yang jauh, kita peroleh dari media. Masyarakat tradisional yang bergerak ke arah modernisasi juga mulai menggantungkan pengetahuannya pada media massa. Akibatnya pemikiran-pemikiran tentang apa yang penting, berbahaya, menarik dan sebagainya umumnya berasal dari media massa. Surat kabar, radio dan TV yang berperan sebagai pengawas di berbagai tempat harus memutuskan apa yang tepat untuk disiarkan.
3.      Media massa mampu menumbuhkan aspirasi.
            Media massa mampu menumbuhkan aspirasi sebagaimana dinyatakan oleh Daniel Lerner ketika radio Kairo menjangkau desa-desa terpencil melalui aspirasi pribadi yang ditumbuhkan hampir seluruh ide dapat diwujudkan karena didukung masyarakat.
            Suatu kebijaksanaan baru akan menuntut persesuaian antara apa yang diinginkan masyarakat dengan apa yang mereka peroleh. Tanpa aspirasi yang meningkat tanpa merangsang masyarakat bekerja untuk hidup yang lebih baik akan bekerja sulit sekali mewujudkan pembangunan.
4.      Media massa mampu menciptakan suasana membangun
            Kita dapat menyimpulkan bahwa melalui peranan media menyebar di luar kelas sebagai alat pendidikan. Di tempat dimana sekolah dan guru langka jumlahnya, media telah membuktikan kemampuannya memikul sebagian besar tugas pendidikan terutama di bidang pendidikan orang-orang dewasa serta pemberantasan buta huruf. Media massa merupakan alat     komunikasi     yang     dapat  berfungsi  untuk memotivasi perlunya partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Karenanya dengan penyampaian informasi, gagasan, inovasi dan pendapat, media massa berusaha memberi motivasi kepada komunikan sehingga terjadi perubahan diri.

2.11.        Peranan Media Massa[13]
a.      Peranan media massa bagi masyarakat antara lain:
Ø  Sebagai sarana untuk mengidentifikasi diri nilai – nilai lain di dalam media
Ø  Media dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman diri melalui orang lain
Ø  Media terkait mempromosikan pendekatan – pendekatan alternative terhadap kegiatan kemasyarakatan
Ø   Sebagai suatu hiburan, artinya media massa dapat menampilkan berbagai hiburan yang bisa melepaskan rasa jenuh masyarakat.

b.      Media massa di dalam pendidikan:
Ø  Peran media massa di dunia pendidikan yng terpenting adalah dapat memperluas wawasan dan pengetahuan
Ø  Sebagai penyedia informasi bagi pelajar 
Ø  Media massa dapat membantu pelajar dalam menyelesaikan tugas – tugasnya
Ø  Dengan adanya media massa dapat mendorong pelajar untuk lebih aktif mencari ilmu pengetahuan dan informasi
Ø  Mempermudah dan mempercepat administrasi pendidikan

c. Media massa dalam bidang ekonomi:
Ø  Media massa menyampaikan berbagai informasi seputar perkembangan ekonomi saat ini
Ø  Secara ekonomis, media massa adalah akses untuk mempermudah transaksi suatu barang atau proses jual beli antara penyedia barang dan pembeli dalam hal ini konsumen
Ø  Mempercepat informasi mengenai perkembangan bursa efek maupun masalah perkembangan saham di pasar.

d. Peran media massa terhadap psikologi, agama, & moral:
Nilai positif terhadap perkembangan psikologi, agama, & moral
Ø  Media sebagai sarana penghubung dalam menyampaikan berbagai informasi dan pembahasan mengenai moral dan etika serta hal – hal yang bersifat reliji kepada orang lain atau masyarakat luas
Ø  Media massa khususnya televisi dapat dijadikan alat untuk menampilkan nilai – nilai etika moralitas agama
Ø  Media massa berpengaruh terhadap kondisi kejiwaan seseorang, hal ini berarti media dapat merubah kondisi psikologis seseorang untuk selalu konsisten melakukan hal – hal yang bernilai positif.
Dampak negatif media massa mengenai psikologi, agama, & moral
Ø  Bagi remaja maupun anak – anak, pada dasarnya masih mempunyai jiwa yang labil, tidak mempunyai pendirian yang teguh dan biasanya susah dalam hal pengendalian diri sehingga pengaruh – pengaruh negatif seperti perilaku – perilaku menyimpang akibat dari pergeseran nilai mudah mempengaruhi jiwa remaja dan menimbulkan gejala baru berupa krisis ahlak.

e. Media massa di dalam persaudaraan & persahabatan:
Ø  Media massa diartikan sebagai medium atau saluran yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain dalam hal mempererat tali persaudaraan
Ø  Mempermudah akses untuk berinteraksi dengan orang lain
Ø  Sebagai sarana untuk menyampaikan pesan kepada teman lain, dll.

e. Bagi orang tua: 
            Peranan orang tua tidak terlepas dalam mengontrol sikap anak – anaknya sehingga tidak terjerumus untuk melakukan hal – hal yang negatif. Orang tua sangat berperan dalam mendukung dan mewaspadai segala hal yang bisa menjerumuskan masa depan anaknya.

2.12.        Pengaruh media massa terhadap perubahan masyarakat
            Pergeseran pola tingkah laku yang diakibatkan oleh media massa dapat terjadi di lingkungan keluarga, sekolah, dan dalam kehidupan bermasyarakat. Wujud perubahan pola tingkah laku lainnya yaitu gaya hidup. Perubahan gaya hidup dalam hal peniruan atau imitasi secara berlebihan terhadap diri seorang firgur yang sedang diidolakan berdasarkan informasi yang diperoleh dari media. Biasanya seseorang akan meniru segala sesuatu yang berhubungan dengan idolanya tersebut baik dalam hal berpakaian, berpenampilan, potongan rambutnya ataupun cara berbicara yang mencerminkan diri idolanya (Trimarsanto, 1993:8). Hal tersebut diatas cenderung lebih berpengaruh terhadap generasi muda.
            Secara sosio-psikologis, arus informasi yang terus menerpa kehidupan kita akan menimbulkan berbagai pengaruh terhadap perkembangan jiwa, khususnya untuk anak-anak dan remaja. Pola perilaku mereka, sedikit demi sedikit dipengaruhi oleh apa yang mereka terima yang mungkin melenceng dari tahap perkembangan jiwa maupun norma-norma yang berlaku. Hal ini dapat terjadi bila taayangan atau informasi yang mestinya di konsumsi oleh orang dewasa sempat ditonton oleh anak-anak (Amini, 1993).
            Dampak yang ditimbulkan media massa bisa beraneka ragam diantaranya  terjadinya perilaku yang menyimpang dari norma-norma sosial  atau nilai-nilai budaya. Di zaman modern ini umumnya masyarakat menganggap hal tersebut bukanlah hal yang melanggar norma, tetapi menganggap bagian dari trend massa kini. Selain itu juga, perkembangan media massa yang teramat pesat dan dapat dinikmati dengan mudah mengakibatkan masyarakat cenderung berpikir praktis.


BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan

            Pendidikan memegang peranan  penting dalam kemajuan suatu bangsa dan Negara. Tanpa pendidikan yang baik,sulit untuk mencapai dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, baik lahir maupun bathin. Untuk itu pemerintah dan masyarakat berusaha meningkatkan dan mengembangkan mutu pendidikan.
            Banyak orang mengartikan bahwa mutu pendidikan itu adalah pendidikan yang bertaraf internasional, pendidikan yang mahal, dan lain sebagainya. Sebenarnya mutu pendidikan itu berhubungan dengan kualitas yang ada didalam pendidikan tersebut. Pendidikan dapat member mutu yang tinggi jika dapat memberikan suatu perubahan yang baik. Misalnya dalam member materi kepada peserta didik dengan menggunakan media  massa.
            Jadi antara media massa dan pendidikan ini dapat saling berkorelasi dan saling membutuhkan.

















Daftar Pustaka
Arief S. adiman, Media Pendidikan Pengertian, pengembangan dan Pemanfaatannya, 1993.
            Jakarta:  Rajawali Pers
Morissan,dkk. Teori Komunikasi Massa,2010. Jakarta: Ghalia Indonesia
            5 Mei 2013 pukul 11:34 wib
http://konsepblackbook.blogspot.com/2012/10/pengaruh-media-massa-terhadap-sikap.html            diakses tanggal 11 mei 2013 pukul 12:05 wib


                [1] Arief S. Sadiman, Media Pendidikan Pengertian, pengembangan dan Pemanfaatannya, 1993, Jakarta: Rajawali Pers hal: 6
                [2] http://blog.uin-malang.ac.id/habihamid/2012/03/29/pengertian-media-pendidikan/ diakses tanggal 5 mei 2013 pukul 12:16
                [3] Arief S. Sadiman, Media Pendidikan Pengertian, pengembangan dan Pemanfaatannya, 1993, Jakarta: Rajawali Pers hal: 6-7

                [4] Ibid, h. 7
                [5] http://februl.wordpress.com/2012/09/09/media-pendidikan/ diakses 5 mei 2013 pukul 2:30
                [6] http://umarstain.blogspot.com/2013/04/diskusi-kriteria-penggunaan-media_508.html  diakses 5 mei2013 pukul 8:28 wib

                [7] http://umarstain.blogspot.com/2013/04/diskusi-kriteria-penggunaan-media_508.html  diakses 5 mei2013 pukul 8:28 wib
                [8] http://wiwikyulihaningsih.wordpress.com/category/kumpulan-makalah-pendidikan/ diakses 5 Mei 2013 pukul 11:34 wib
                [9] Morissan,dkk. Teori Komunikasi Massa,2010. Jakarta: Ghalia Indonesia, h. 1
                [10] Ibid
                [11] http://www.sarjanaku.com/2012/12/pengertian-media-massa-menurut-para.html diakses 5 mei 2013 pukul 11:44 wib
                [12] Ibid
                [13] http://konsepblackbook.blogspot.com/2012/10/pengaruh-media-massa-terhadap-sikap.html diakses tanggal 11 mei 2013 pukul 12:05 wib



PERANGKAT LUNAK SIMULASI JENIS BAHASA


Penjelasan :
Kesuksesan analisis simulasi merupakan teknik campuran yang sangat tergantung pada keahlian analis.  Elemen dan struktur bahasa komputer umum seperti Pascal atau FORTRAN, sorce codenya tidak dengan mudah dapat digunakan untuk memodelkan simulasi sistem.  Msialnya, bahasa itu tidak menyediakan struktur data yang enak digunakan untuk pemrosesan kejadian, sementara hal ini merupakan elemen logis yang sangat penting dalam permodelan simulasi.  Tidak ada perintah dalam FORTRAN misalnya yang dengan jelas menambah atau mengurangi antrian nasabah atau objek lainnya.  Tidak ada perintah dalam FORTRAN yang mengakumulasikan jumlah objek dalam antrian dan menghitung rata-rata untuk menyediakan output statistik penting.  Variabel waktu lanjt, yang penting dalam penjalanan model simulasi, juga tidak dapat ditemukan pada FORTRAN dan bahasa pemrograman umum lainnya.

Untuk memenuhi fungsi-fungsi di atas dan hal-hal penting lainnya dalam struktur model program komputer, kode pemrograman yang ekstensif, kompleks dan sulit didebug harus dibuat.  Motivasi mengembangkan dan menggunakan bahasa simulasi berasal dari keinginan untuk mempersingkat waktu yagn dibutuhkan untuk mengembangkan mdoel valid yang relatif mudah didebug  dan yang meneydiakan output statistik yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan.

Bahasa simulasi pertama yang dihasilkan untuk tujuan itu adalah GPSS (General Purpose Simulation System) yang dikembangkan oleh Geoffrey Gordon dan dipublikasikan pertama sekali tahun 1961.  bahasa ini telah berevolusi dalam beberapa versi, yang pada umumnya dikembangkan ole IBM.  Pengembangan terpisah versi GPSS, GPSS/H memungkinkan debugging kode interaktif.  Akhir-akhir ini, GPSS tersedia pada umumnya untuk mainframe dan minikomputer, dan ada 2 versi untuk mikrokomputer IBM.  Elemen GPSS dieknal mempunyai derajat isomorfis tinggi dengan elemen sistem diskrit. 

GPSS diikuti dengan munculnya SIMSCRIPT tahun 1963, dikembangkan oleh perusahaan RAND.  Bahasa ini memiliki kemampuan untuk permodelan sistem yang lebih kompleks.  Untuk melakukan fungsi ini, elemen bahasa kurang jelas dihubungkan dengan dunia nyata.  Penggunaan himpunan, kejadian, proses dan sumber daya menggambarkan secara utama pada struktur dan operasi program SIMSCRIPT.

Bahasa-bahasa pionir ini tidak lama diikuti pengemabngan bahasa-bahasa simulasi khusus lainnya dan jumlahnya sudah sangat banyak sampai saat ini.

Fitur-fitur software simulasi yang dibutuhkan dapat berupa sebagai berikut:

• Membangkitkan bilangan random dari distribusi probabilitas U(0,1).
• Membangkitkan nilai-nilai random dari distribusi probabilitas tertentu, mis. eksponensial.
• Memajukan waktu simulasi.
• Menentukan event berikutnya dari daftar event dan memberikan kontrol ke blok kode yang benar.
• Menambah atau menghapus record pada list.
• Mengumpulkan dan menganalisa data
• Melaporkan hasil.
 • Mendeteksi kondisi error.

Struktur Bahasa Simulasi

Kiviat mendefinisikan struktur statis bahasa simulasi terdiri dari 3, yaitu identifikasi objek dan karakteristik objek, relasi antara objek dan penurunan objek.  Struktur dinamisnya didefinisikan sebagai metode penambahan waktu simulasi. 

Objek adalah komponen model dan sistem yang menjadi perhatian utama analisis, misalnya nasabah bank, komponen dalam lini perakitan, pengguna dalam sistem jaringan, dll.  Bahasa yang berbeda memberikan definisi yang berbeda pada objek, misalnya dalam SIMAN disebut entities, dalam GPSS disebut transactions.  Masing-masing objek dalam sistem yang sama mempunyai karakteristik yang berbeda.  Nasabah bank misalnya, ada yang ingin melakukan penarikan, ada yang ingin melakukan setoran, dll.  Pendefinisian karakteristik dalam bahasa yang berbeda juga berbeda.  Karakteristik dalam SIMAN dan SIMSCRIPT misalnya didefinisikan sebagai attributes sedangkan dalam GPSS didefinisikan sebagai parameters, dan ada juga yang menggunakan definisi properties, dll.

Meskipun objek mempunyai karakteristik unik, untuk tujuan pemrosesan dalam model, ada baiknya karakteristik itu dikelompokkan.  Setiap bahasa mempunyai mekanisme berbeda dalam melakukan pengelompokan ini.  Bahkan dalam kasus sistem yang relatif kecil, mempertahankan semua objek dalam model selama penjalanan simulasi bisa tidak memungkinkan karena keterbatasan memori komputer.  Akibatnya, alat untuk menurunkan objek ketika dibutuhkan dan menghapusnya jika sudah tidak dibutuhkan harus disediakan.

Cara setiap bahasa simulasi memfasilitasi ini sangat berbeda.  Dalam beberapa kasus, mekanisme digunakan untuk menelusuri karakteristik akar bahasa kompiler darimana bahasa simulasi dikembangkan.  Bahasa simulasi yang kurang dekat dengan konvensi struktur data dari kompiler tertentu menurunkan objek yagn sangat mirip dengan sudut pandang dunia bahasa.  Sejalan dengan perbaikan kemampuan bahasa komputer umum (general purposes), bahasa simulasi khusus pada umumnya telah dikodean kembali seperti assembly, bahasa bebas mesin seperti C.  Tetapi struktur awal penurunan objek tetap dalam bahasa simulasi.

Struktur statis bahasa simulasi menempatkan objek dalam ruangan model, yaitu dimana objek secara fisik ditempatkan dalam sistem.  Struktur dinamis dibutuhkan untuk menempatkan objek dalam waktu dan memungkinkan keberlanjutan dari satu titik waktu ke titik lainnya.  Seperti yang sudah dijelaskan dalam topik sebelumnya, ada dua pendekatan dasar yang digunakan dalam struktur dinamis, yaitu fixed-time step dan event-tracking.

Pendekatan fixed-time memeriksa sistem pada interval waktu tetap untuk menentukan apakah statusnya sudah berubah atau belum.  Jika status masih sama, variabel waktu akan ditambahkan sebesar interval waktu-tetap.  Meskipuns ecara logika pendekatan ini cukup sederhana, tapi metodenya sangat tidak efisien.  Mungkin ada beberapa titik waktu dimana sistem tidak berubah statusnya, dan karenanya akan ada banyak pemeriksaan sistem yang tidak perlu.  Akibatnya, tidak ada bahasa simulasi kejadian diskrit yang menggunakan pendekatan ini ke struktur dinamis.

Pendekatan event-tracking memeriksa sistem hanya jika ada perubahan status.  Logika diamsukkan dalam model untuk menentukan kapan kejadian atau status sistem berubah, dan variabel waktu ditambahkan dengan tepat sampai titik sebelum sistem diperiksa.  Logika yang dibutuhkan untuk melakukan ini lebih kompleks dibandingkan dengan langkah waktu-tetap, tetapi akan mengehmat waktu eksekusi model secara signifikan.

Karakteristik Bahasa Simulasi

Beberapa sifat bahasa simulasi lainnya dibutuhkan atau sangat diinginkan untuk penggunaan efektif analisis simulasi sebagai teknik pembantu pengambilan keputusan..
Ø  Pengembangan kode model.  Kebanyakan bahasa simulasi amsih membutuhkan pemasukan pernyataan kode untuk menciptakan kode model, tetapi kemampuan grafik mikrokomputer telah memungkinkan input grafik.  Cara ini paling sesuai untuk bahasa yang fokus pada aliran objek melalui elemen atau blok model.
Ø  Debugging model.  Begitu mode simulasi sudah dikodekan menggunakan bahasa simulasi yang dipilih, langkah selanjutnya adalah debugging kode sehingga model simulasi berjalan ke penghentian normal.   Syntax errors (kesalahan sintaks) adalah permasalahan pertama dalam proses, dan analisis untuk mendeteksi ini sudah ditanam dalam bahasa simulasi umumnya.  Kesulitan berikutnya yang dihadapi adalah perbaikan kesalahan selama eksekusi kode.  Analisis bahasa simulasi umumnya tidak sesuai secara total dengan permasalahan ini.  Setelah menemukan kesalahan seperti ini, program berhenti dan tidak memberikan alasan dalam bentuk logika model kenapa program berhenti.
Ø  Penurunan variabel acak.  Untuk kebanyakan simulasi probabilistik, kemampuan mengekstrak sampel acak dari distribusi probabilitas tertentu sangat penting.  Bahasa simulasi melakukannya dengan mudah.
Ø  Pengumpulan statistik.  Penjalanan model simulasi tanpa mengumpulkan data ukuran kinerja sistem sama saja dengan tidak melakukan pengamatan pada sistem dunia nyata yang sedang berlangsung.  Pengamat ada selama operasi sistem dunia nyata tetapi tidak mengamati dan mencatat apa yang terjadi.  Bahasa simulasi harus memungkinkan pengguna dengan mudah menspesifikasikan beragam statistik yang dikumpulkan selama eksekusi model.  Juga untuk membantu interpretasi output simulasi, kemampuan penggambaran grafik dan inferensi statistik diperlukan.
Ø  Disain percobaan.  Karena analisis simulasi bersifat deskriptif, kesuksesan aplikasinya tergantung pada percobaan model.  Rancangan percobaan efektif dan efisien benar-benar meningkatkan kualitas solusi yang didapatkan dari model simulasi.
Ø  Animasi grafis dan output dinamis.  Kemampuan menggunakan bahasa simulasi pada mikrokomputer memungkinkan kemampuan grafis mesin ini untuk mengilustrasikan penjalanan mode simulasi atau outputnya.  Ilustrasi objek yang mengalir melalui elemen model disebut sebagai animasi.  Animasi biasanya menggunakan monitor berwarna dan dengan mudah mengenali simbol objek dan elemen model.  Dengan mengamati aliran seperti itu, analisis dapat memperhatikan penyebaba permasalahan operasi dan dapat memperbaikinya.  Animasi model akan memperlambat eksekusi model.  Oleh akrena itu, animasi biasanya hanya dilakukan pada mikrokomputer cepat dengan memori besar.

Pemilihan Bahasa Simulasi

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan bahasa simulasi adalah kemudahan untuk dipelajari, kemudahan menjelaskan pada orang yang bukan teknik, biaya, kode standar untuk semua komputer dan cakupan permasalahan yang dapat ditangani oleh bahasa.  Pada umumnya, semakin mirip elemen bahasa simulasi dengan elemen dunia nyata, semakin mudah elemen itu dipelajari.  Kemudahan menjelaskan fungsi bahasa simulasi ke manajer yang mengeluarkan dana untuk pembelian perangkat lunak dan yang tidak memahami secara teknis juga digunakan dalam memilih bahasa simulasi. 

BEBERAPA BAHASA SIMULASI SERTA KEMAMPUAN & APLIKASINYA
Ada beberapa sumber di internet yang bisa digunakan untuk mengikuti perkembangan bahasa simulasi.  Salah satu diantaranya adalah http://www.idsia.ch/~andrea.  Bahasa simulasi di bawah ini diambil dari situs tersebut.  Kita mulai dengan penjelasan software libraries (arsip perangkat lunak), dimana anda dapat menemukan penjelasan berbagai bahasa simulasi..
Software libraries
C++ libreries untuk simulasi sistem kejadian diskrit..
Versi java C++SIM.
Review beberapa alat simulasi. 
Arsip algoritma numerik. 
Arsip algoritma numerik
Arsip Sim Java
Mesquite CSIM berorientasi proses,   general purpose simulation toolkit yang ditulis dengan fungsi umum bahasa C. The toolkit memungkinkan programmer menciptakan dan mengimplementasikan model orientasi proses dan simulasi kejadian diskrit. 
Contoh-contoh Code dalam C and FORTRAN dari buku "Simulation Modelling and Analysis, by A.V. Law and W.D. Kelton
SSS
A library (coded in C) untuk simulasi sistem kejadian diskrit oleh M. A. Pollatschek (visit his home page )
Suatu "portal" yang menyediakan akses gratis untuk MATLAB, Excel, C, C++, Fortran and Java.
WARPED adalah domain umum  Time Warp simulation kernel ditulis dalam C++. The distribution includes a plug-in sequential kernel to support comparative analysis to parallel executions. Primary development has been on Linux-based Pentium PCs, Sun Workstations, a 4-processor Sun SparcCenter 1000, and the Intel Paragon
iBright adalah evolusi baseSim Simulation Components (pertama dikembangkan oleh solutionsBase, sekarang oleh defunct) adalah kelompok Visual Components dirancang sebagai komplemen dan perluasan fungsi Borland Delphi v.4.0/5.0. Menyediakan alat untuk pemodelan simulasi sederhana maupun kejadian diskrit kompleks.
The Operational Evaluation Modelling for Context-Sensitive Systems (OpEMCSS) adalah tambahan Extend simulation environment. Memungkinkan bagi pemakai untuk  merepresentasikan sistem adaptif kompleks relatif lebih mudah. 
TomasWeb memberikan simulasi orientasi objek yang diimplementasikan dalam Delphi 5 and 6. berbasis pendekatan orientasi proses : metode pendiskripsian, dimana beberapa kejadian (perubahan status) dikombinasikan kedalam proses tunggal.  Oleh karenanya, tools ini mendukung simulasi orientasi proses. TomasWeb dikembangkan terutama untuk pendidikan dan penelitian.  Perangkat lunak ini gratis, tapi memerlukan Borland's Delphi.
HighPoint Software Systems menawarkan simulasi orientasi objek. Ditulis dalam C# , dan terdiri dari 200+ classes, 70+ interfaces. HighMAST framework dibangun sebagai open architecture library on Microsoft's capable .NET technology base.
DEx
DEx, the Dynamic Experimentation toolkit, bertujuan utnuk menyediakan kecepatan, fleksibel dan mudah digunakan untuk pengembangan, analisis dan visualisasi simulasi multi dinamis.  Kernel and utility classes terdiri dari kerangka kerja yang dapat digunakan dalam C++ atau kombinasi dengan bahasa DEx, bahasa khusus domain berbasis C++ dirancang untuk percepatan prootip.  Dikompile dalam Linux dan tersedia gratis di internet.

Alat visualisasi Simulasi
Extend (Imagine That, Inc.) digunakan untuk memodelkan, menganalisis dan mengoptimalkan proses. Memiliki sejumlah fitur seperti kumpulan komponen, hirarki model, link dengan MS Office dan memodelkan sistem kontinu, diskrit dan hybrid. Extend mempunyai bahasa pemodelan sendiri (ModL) yang mirip dengan C, dan mampu memanggil kode dari bahasa lainnya.  Mempunyai paket khusus untuk sistem industri, riset operasional dan simulasi proses kontinu.
SIMUL8 oleh Visual Thinking Intl. Simul8 memungkinkan pengguna mengambil dari himpunan objek simulasi dan distribusi statistik ayng sudah didefinisikan sebelumnya untuk menciptakan model.  Simul8 juga memungkinkan pemodelan hirarki.  Fokus utamanya adalah simulasi kejadian diskrit.
Dymola oleh Dynasim, alat orientasi objek untuk pemodelan dan simulasi sistem kontinu.  Fokus pada sistem robotik dan sistem mekanik.   Sekarang terintegrasi dengan bahasa pemodelan Modelica. Modelica memungkinkan integrasi dan penggunaan kembali lingkungan simulasi dan permodelan berbeda.
VisSim (Visual Solutions), bahasa diagram blok visual untuk simulasi dinamis nonlinear.  Versi demo dapat didownload.
Awesim menyediakan engien simulasi fokus pada produksi animasi model.  Animasi dapat dibangun secara grafis dan pemakai dapat  menentukan kontrol untuk membangun simulasi interaktif.
Labview (National Instruments): pemrograman visual yang memungkinkan interfase dengan pengukuran dan peralatan bervariasi.
GoldSim adalah general purpose simulator untuk hampir semua sistem fisika, keuangan, finansial dan organisasi.  Models dibangun secara grafis.  Goldsim Academic gratis untuk pelajar, professors dan guru. Goldsim maenyediakan sebuah pemain yang memungkinkan setiap orang dapat melihat model kita, tanpa harus menginstal keseluruhan paket. Goldsim juga dapat digunakan untuk modul contaminant transport, radionuclide decay. Simulasi Goldsim juga dapat dijalankan dalam lingkungan distribusi.
BuildSim, oleh Tritera, lingkungan terintegrasi untuk disain, simulasi dan analisis sistem.  BuildSim adalah aplikasi perangkat lunak interaktif yang mengintegrasikan analisis numerik, representasi matematik diagram blok, pemrosesan signal dan grafik.  Memungkinkan untuk menurunkan source-code (C++ and Java). Tersedia untuk Macintosh. Ada versi download.
OptSim adalah hasil penggabungan Artifex, a tool based on Class-based Extended Petri Nets dan RSoft LinkSim. OptSim adalah lingkungan simulasi dan permodelan intuitif yang mendukung disain dan evaluasi kinerja level transmisi sistem komunikasi optik.
Micro Saint adalah produk perangkat lunak simulasi fleksibel dan general purpose. Micro Saint mempunyai interfase pemakai grafis dan didasarkan pada pendekatan diagram alur untuk pemodelan.  Demo tersedia di internet.
EcosimPro adalah simulator sistem kontinu. Dapat menyelesaikan persamaan differensial aljabar.  Ecosim mempunyai interfase pemakai grafis yang memfasilitasi tugas pemodelan.  Ikon yang muncul dalam editor model bersesuaian dengan komponen riil sistem.  Pemakai dapat menentukan model menggunakan bahasa EL, yang dapat memanggil routine FORTRAN dan C. Fitur menariknya adalah dukungan percobaan simulasi untuk model tertentu.  Debugger juga tersedia.
SimCreator adalah permodelan dan simulasi grafis, digunakan untuk sistem kontinu. Bahasa ini sama dengan Mathworks's Simulink. Model yang lebih sederhana dapat dihubungkan untuk membangun mode kompleks.  Model dapat bersarang. Spesifikasi grafis kemudian diterjemahkan ke kode C. Versi beta tersedia untuk download
Bahasa ini digunakan untuk program simulasi numeris pada komputer Windows dan Macintosh. Dirancang sebagai pemecah umum sistem persamaan differensial biasa.  Diekmbangkan pada universitas California Berkeley untuk tujuan pengajaran dan penelitian. 
XJ Technologies menyediakan sekumpulan alat, semuanya dengan lingkungan pengembangan visua, untuk bidang simualsi berbeda : simulasi hybrid (AnyLogic), sistem paralel (Covers), dan diagram status
Simprocess adalah orientasi objek, pemodelan proses dan alat analisis.  Menggabungkan kesederhanaan diagram alur dengan kehebatan simulasi, analisis statistik, pembiayaan berbasis biaya dam animasi.
SansGUI digunakan untuk mengembangkan dan menggunakan simulator ilmiah dan rekayasa tanpa harus menulis kode interface pemakai grafis.  SansGUI saat ini tersedia untuk  Microsoft Windows platforms. Microsoft Visual C++ and Compaq Visual Fortran didukung untuk menciptakan interaktif tinggi dalam simulator proses sementara bahasa lainnya dapat digunakan untuk pengembangan simulator proses eksternal.
SimCreator simulasi dan permodelan grafis sistem.  Level paling tinggi adalah interface GUI yang memungkinkan penempatan dan koneksi berbagai komponen.  Setiap komponen bisa sebagai subgrup yang dibentuk komponen tambahan atau suatu komponen kode C.  Simcreator mirip dengan Simulink.
QX3D adalah editor dan generator kdoe yang membantu visualsiasi dan animasi model mekanik.  Dengan menghubungkan badan, atribut geometrinya (yaitu lokasi frame, orientasi) dan bentuk badan, akan menurunkan kode VRML untuk membuat visualisasi.  Sejumlah besar bentuk dapat ditugaskan ke setiap badan.  Kita juga dapat membuat animasi berdasarkan simulasi dinamis  multibodi.
SimCAD Pro adalah alat permodelan dan simulasi proses yang memungkinkan permodelan top-down proses industrial kompleks.  Aliran proses utama didefinisikan, kemudain setiap sel proses dilanjutkan ke proses individualnya.
SIGMA diklaim sebagai simulasi gafis pertama yang dijalankan di Windows.  SIGMA merupakan alat pendidikan valid, karena memungkinkan pembuat model menggambarkan sistem menggunakan diagram alur proses.  Juga dapat menangani sistem kompleks berkat graf kejadian.  Graf kejadian dapat diedit meskipun simulasi sedang dijalankan.

Integrated environments (modelling language + simulation environment)

MATRIXx dijual oleh WindRiver, yang mengisukan Press Release revisi terbaru MATRIXx, dan dijalankan di bawahWindows 95/98/NT/2000/ME dan Solaris.
MATLAB: bahasa utama untuk perhitungan teknis, DSP, disain kotnrol, dst.  SIMULINK menyediakan interface grafis ke beberapa fungsi MATLAB, sehingga memungkinkan pemakai mendisain model dan mengkontrol sistem secara grafis.
Perangkat lunak yang bersaing dengan Matlab and MatrixX. Scilab adalah paket perangkat lunak ilmiah untuk perhitungan numerik yang user-friendly
Ini adalah versi pertama perangkat lunak SimLab. Termasuk fungsionalitas matematik untuk perhitungan aljabar dan topologi dan kode untuk menciptakan triangulations area planar. Dikembangkan oleh Cornell University.
SDX
SDX adalah FORTRAN kinerja tinggi didasarkan pada pemecahan amsalah dinamis (kontinu, diskrit,hybrid) aplikasi yang sesuai dalam ilmu dan rekayasa.
ACSL dikembangkan oleh  AEgis Technologies Group, Inc. ACSL Sim menggabungkan bahasa inti ACSL, dengan kumpulan lengkap ACSL runtime libraries, the ACSL translator, the ACSL system macro file, the ACSL builder, dan kemudahan menggunakan interface pemakai grafis sehingga interaktif dan user friendly.


Bahasa Simulasi

SimPy (= Simulation in Python)adalah bahasa simulasi orientasi objek, berbasis  proses kejadian diskrit didasarkan pada standar Python dan dikeluarkan di bawah GNU GPL. Menyediakan komponen model simualsi termasuk proses, untuk komponen aktif seperti pelanggan, pesan, peralatan dan sumber daya, untuk kompnen pasif yang membentuk kapasitas terbatas seperti server, counter pemeriksaan dan saluran.  Juga menyediakan variabel monitor untuk mengumpulkan statistik.  Variasi acak disediakan oleh modul acak standar Python. SimPy dilengkapi dengan kemampuan pengumpulan data. GUI dan paket plotting.  Mudah diinterface dengan paket lainnya, seperti statistik, GUI, lembar kerja, dan basis data. SimPy masih aktif dikembangkan oleh tim pengembang internasional. Dapat didownlaod dengan gratis.
JiST adalah engine kinerja tinggi simulasi kejadian diskrit yang dijalankan atas mesin virtual Java standar. JiST adalah prototip pendekatan general-purpose baru untuk membangun simulator kejadian diskrit, disebut dengan mesin virtual berbasis simulasi, yang menggabungkan sistem tradisional dan disain simulator berbasis bahasaJiST dikembangkan oleh Cornell Research Foundation, Inc. Dan gratis untu penggunaan non komersial.
ACSL (untuk sistem kontinu ) oleh AEgis Research kedalam ACSL Sim.
Pritsker corptelah membentuk situs Simsource.com dimana kita dapat menemukan penjelasan Visual SLAM .
The Wolverine General Purpose Simulation System. Bahasa untuk simulasi kejadian diskrit..
Ptolemy adalah proyek penelitian dan perangkat lunak yang berfokus ke disain sistem reaktif, menyediakan dukungan level tinggi untuk pemrosesan signal, komunikasi, dan kontrol waktu riil.
DSDS+
(http://groucho.gsfc.nasa.gov/
Code_520/Code_522/Projects/DSDSPlus/)
(site out of order 27 Sep 99)
The Data Systems Dynamic Simulator Plus (DSDS+) kejadian diskrit berbasis simulator yang memudahkan ketika menghadapi kesulitan dengan simulasi, laju data tinggi, sistem akhir-ke-akhir.
Bahasa simulasi untuk orientasi objek dan proses.  MODSIM akhir-akhir ini dijual ke Compuware.
Bentuk bebas, bahasa pemodean dan pengembangan. SIMSCRIPT II.5 didisain untuk digunakan di kejadian diskrit dan kombinasi simulasi diskrit/kontinu.
SIMPLE_1 mendukung pemodelan sistem diskrit dan kontinu menggunakan orientasi pemodelan jaringan.  Fiturnya termasuk kemampuan pemakai untuk mendefinisikan variabel dan statistik yang dibutuhkan, melaksanakan operasi I/O pada file dan menganimasikan hasil simulasi dalam waktu riil menggunakan fitur bahasa yang ada.  SIMPLE_1 menggunakan pendekatan pengulangan untuk menjalankan kontrol untuk memfasilitasi pemodelan pencarian tujuan dan definisi panjang penjalanan (run length) berdasarkan perilaku model.  SIMPLE_1 sekarang dikeluarkan di bawah GNU GPL dan dikompile di bawah RedHat Linux.
SEMoLa (Simple, Easy to use, MOdelling LAnguage) adalah bahasa bukan prosedural membangun model simulasi untuk penggerak kejadian/kontinu, sistem stokastik/deterministik, dikembangkan di Agricultural and Environmental Sciences Department, University of Udine (Italy). Sukses digunakan untuk memodelkan sistem biologi, ekologi dan pertanian pada skala berbeda dan level kompleks. Bahasa SEMoLaÊ terintegrasi yang menyederhanakan tugas pembangunan model, simulasi dan dokumentasi lebih jauh menyediakan kalibrasi, validasi, manajemen data, pembangunan jaringan neural, fitur unit verifikasi dan lainnya.
Pasion adalah bahasa simulasi berorientasi objek. Mempunyai struktur proses/kejadian.  Source code diterjemahkan ke Pascal, kompatibel dengan Delphi v3 atau yang terbaru.  Dapat digunakan untuk memodelkan antrian, proses kontinu dan memungkinkan penggunaan paradigma Bond Graph.  Demo dapat didownload dari situs.
The WinSAAM versi berbasis windows of the SAAM dan sistem pemodelan Consam.  Dikembangkan oleh  auspices of the Laboratory of Experimental and Computational Biology, of the Division of the Cancer Biology and Diagnosis, of the National
Cancer Institute. Gratis untuk penelitian ilmiah.
MathCore AB menawarkan dua produk utama: MathCore C++, sebagai tambahan pada Mathematica yang mengkompile himpunan bagian matematika ke kode C++ efisiensi tinggi. MathCode C++ menyediakan platform untuk pengembangan cepat simulasi dan perhitungan mahal lainnya.  MathModelica adalah implementasi Modelica dalam mathematica. MathModelica memungkinkan disain orientasi objek sistem fisik untuk simulasi dan pemrograman visual menggunakan editor grafik.  MathModelica mengintegrasikan dokumentasi, kode yang dapat dijalankan, diagram koneksi grafik dan formula matematika.
Parsec adalah bahasa simulasi berbasis C, dikembangkan oleh Parallel Computing Laboratory di UCLA, untuk eksekusi paralel dan sekuensial mode simualsi kejadian diskrit.  Juga dapat digunakan sebagai bahasa pemrograman paralel.  Tersedia dalam bentuk biner hanya untuk institusi akademisi.  Pengguna komersial dapat melakukan order pada Scalable Networks technologies.


Simulasi Hybrid
Simulasi Hybrid berhubungan dengan kombinasi kejadian diskrit dan kontinu.
Shift adalah bahasa pemrograman untuk emnggambarkan jaringan dinamis otomata hybrid, terdiri dari fase waktu kontinu terpisahd ari transisi kejadian diskrit.  Diekmbangkan oleh Berkeley, California Path.
The Cesimo Group of the University of the Andes in Venezuela aktif dalam penelitian simulasi hybrid.
AnyLogic adalah prototip virtual sistem kompleks dengan perilaku diskrit, kontinu dan hybrid.  AnyLogic memungkinkan pemakai membangun mode simulasid engan cepat, prototip virtual. Tidak ada skrip atau bahasa diagram blok yang pemakai harus eplajari untuk menggunakan AnyLogic. Teknologi pemodelan secara keseluruhan didasarkan pada UML-RT Unified Modelling Language untukw aktu riil.